menu{ border:none; border:0px; margin:0px; padding:0px; font: 67.5% "Arial", Arial; font-size:14px; font-weight:bold; } .menu ul{ background:#333333; height:35px; list-style:none; margin:0; padding:0; font-size:14px; font-weight:bold; } .menu li{ float:left; padding:0px; } .menu li a{ background:#333333 url("http://i47.tinypic.com/qp53sw.jpg") bottom right no-repeat; color:#cccccc; display:block; font-weight:normal; line-height:35px; margin:0px; padding:0px 25px; text-align:center; text-decoration:none; } .menu li a:hover, .menu ul li:hover a{ background: #2580a2 url("http://i49.tinypic.com/13zbc53.jpg") bottom center no-repeat; color:#FFFFFF; text-decoration:none; } .menu li ul{ background:#333333; display:none; height:auto; padding:0px; margin:0px; border:0px; position:absolute; width:225px; z-index:200; /*top:1em; /*left:0;*/ } .menu li:hover ul{ display:block; } .menu li li { background:url('http://i45.tinypic.com/nvxxqg.jpg') bottom left no-repeat; display:block; float:none; margin:0px; padding:0px; width:225px; } .menu li:hover li a{ background:none; } .menu li ul a{ display:block; height:35px; font-size:12px; font-style:normal; margin:0px; padding:0px 10px 0px 15px; text-align:left; } .menu li ul a:hover, .menu li ul li:hover a{ background:#2580a2 url('http://i50.tinypic.com/66elwh.jpg') center left no-repeat; border:0px; color:#ffffff; text-decoration:none; } .menu p{ clear:left; }

Senin, 17 September 2012

Pengertian dan Faktor-Faktor Pendidikan

A. Pengertian Pendidikan
 Pendidikan adalah usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan norma-norma yang belaku di dalam masyarakat dan kebudayaannya.
Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan adalah tuntunan yang ada di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya pendidikan ialah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak tersebut agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.
Berdasarkan UU No.2 Tahun 1989, pendidikan ialah usaha sadar dalam menyiapkan peserta didik melalui bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
B. Faktor-Faktor Pendidikan

1. Faktor Tujuan
Tujuan pendidikan nasional ialah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan anak Indonesia seutuhnya sesuai dengan ciri-ciri sbb :
a. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
b. Berbudi pekerti yang baik
c. Memiliki pengetahuan dan keterampilan
d. Sehat jasmani dan rohani
e. Berkepribadian yang mantap dan mandiri
f. Bertanggung jawab terhadap masyarakat dan bangsa
2. Faktor Pendidik
Pendidik ialah seseorang yang bertanggung jawab untuk mendidik.
Menurut Dwi Nugroho Hidayanto, yang bisa disebut sebagai pendidik ialah :
a. Orang dewasa
b. Orang tua
c. Guru
d. Pemimpin masyarakat
e. Pemimpin agama
3. Faktor Anak didik
Anak didik ialah orang yang mendapat pengaruh dari orang atau seseorang yang menjalankan kegiaan pendidikan.
Adapun karakteristiknya ialah :
a. Belum memilik pribadi dewasa susila
b. Masih menyempurnakan aspek tertentu dari kedewasaannya
c. Ada sifat-sifat dasar yang sedang dikembangkan
4. Faktor Alat pendidikan
Alat pendidikan adalah suatu situasi yang dilakukan secara sengaja agar mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Wujud alat pendidikan :
a. Perbuatan guru (software) : nasihat, teguran, pujian, hukuman, dsb
b. Alat bantu (hardware) : papan tulis, spidol, pensil, pulpen, dsb
5. Faktor Lingkungan
Lingkungan adalah kondisi dan keadaan yang dilakukan secara sengaja. yang dengan cara-cara tertentu dapat mempengaruhi tingkat laku kita.
Menurut Ki Hajar Dewantara ada 3 lingkungan pendidikan yang menjadi pusat perhatian, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat.


 



Selasa, 14 Februari 2012

Lomba Artikel Blog "Jika Aku Menjadi Gubernur Bank Indonesia"

Impian Menjadi Gubernur Bank Indonesia
 Oleh : Nindi Mawarni
(Siswi SMA Negeri 1 Sumber, Cirebon)


Melihat kondisi negeri saya tercinta yang porak-poranda terhantam korupsi membuat hati saya teriris pilu. Negara yang dulu penuh dengan kejujuran, sekarang harus hancur dengan kata "KORUPSI". Hampir semua kalangan masyarakat, dari anak kecil yang mungkin belum mengerti bahwa yang mereka lakukan itu korupsi hingga orang dewasa melakukan korupsi. Bagaimana nasib bangsa kita jika semua orang bertindak tidak jujur? Memang perekonomian sebagian orang yang melakukan korupsi akan meningkat, tapi bagaimana dengan masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi nilai kejujuran? Ini memang tidak adil. Saya sebagai pelajar Indonesia tergerak hatinya untuk membumihanguskan korupsi.

Kejahatan korupsi bermula dari pengatur perekonomian Indonesia itu sendiri dan Pemerintahan Indonesia. Pengatur perekonomian Indonesia tidak lain tidak bukan ialah Bank Indonesia. Bank Indonesia merupakan motor penggerak utama perekonomian Indonesia. Segala lalu-lintas berjalannya rupiah diatur oleh Bank Indonesia. Jadi jika lalu-lintas tersebut macet karena korupsi, tentu akan menghambat laju perekonomian Indonesia. Dan akibatnya ialah Perekonomian Indonesia mengalami keterpurukan, bahkan akan menyebabkan negara kita tercinta akan ambruk. Oleh karena itu, jika ingin perekonomian Indonesia yang bersih dari korupsi, kita harus membersihkan perilaku kejam korupsi dari pemimpin dan semua pegawai Bank Indonesia.

Itulah yang membuat hati saya bergetar untuk menjadikan Indonesia tetap jaya, tidak ambruk karena perilaku kejam korupsi. Dan untuk mewujudkan keinginan saya untuk memberantas perilaku korupsi, saya bertekad menjadi seorang pemimpin Bank Indonesia. Bukan seorang pemimpin Bank Indonesia yang hanya menginginkan jabatan untuk memperkaya diri dan tidak memperdulikan masyarakat umum, tetapi seorang pemimpin yang jujur dan anti korupsi, sehingga bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi pejabat yang lain dan tentunya bagi seluruh masyarakat Indonesia. Ya, menjadi seorang gubernur Bank Indonesia merupakan impian terbesar saya. Memang menjadi seorang pemimpin bukan merupakan hal yang mudah, banyak tantangan yang harus kita lalui. Namun, dengan niat yang baik dan tulus kita akan memperoleh hasil yang baik juga kan.

Jika impian saya terkabul menjadi Gubernur Bank Indonesia, saya akan melakukan perubahan mendasar di dalam lembaga Bank Indonesia, yaitu dengan mengadakan program peningkatan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Memang ini merupakan sesuatu yang dianggap sudah menjadi urusan masing-masing pribadi. Namun, dengan adanya iman yang kuat dan mengakui bahwa Tuhan ada dimana-mana, pasti semua orang pun tidak akan melakukan perbuatan tercela apapun, temasuk korupsi. Orang yang akan melakukan perbuatan korupsi tidak akan melakukan perbuatannya, karena Ia merasa takut akan Tuhannya yang senantiasa mengawasinya. Dengan terciptanya iman dan takwa yang kuat, akan membuat orang terhindar dari perilaku korupsi.

Setelah terciptanya Bank Indonesia yang bersih dari korupsi, maka perekonomian Indonesia pun akan bersih dari korupsi. Karena Bank Indonesia selaku pusat pengaturan perbankan di Indonesia, sehingga Bank Indonesia dapat  mengawasi bank-bank lain agar tidak melakukan korupsi. Dengan adanya perekonomian yang bersih dari korupsi, maka akan tertanam sikap anti korupsi di lembaga-lembaga negara lain serta di masyarakat Indonesia.

Untuk memajukan perekonomian Indonesia tidak cukup hanya dengan memberantas korupsi, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas pelayanan publik khususnya bagi para nasabah dan menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.